Inilah Penyebabnya Mengapa “Pemelihara” Begu Ganjang Tak Di Pidana

Begu Ganjang belum sepenuhnya hilang dari isu kawasan Batak. Masih terlalu sering menghiasi berita untuk seukuran jaman yang harusnya diluluhkan oleh modernisasi dalam berpikir dan bertindak. Hantu Ganjang dari tanah Batak, sekarang masih menempati posisi tertinggi untuk kategori hantu paling populer versi Batak.

Konon katanya, hantu ini berasal dari arwah bayi yang meninggal yang sebelum berumur genap tujuh hari, organ tubuh bayi itu dicuri oleh seorang dukun hitam yang kemudian menempanya menjadi benjolan.

Hingga saat ini, banyak kasus yang berkaitan dengan Begu Ganjang. Banyak yang menjadi korban dari masalah metafisik yang sebenarnya ini. Mulai dari pengusiran dari desa, pembakaran rumah, pemukulan hingga membakar hidup-hidup para pelaku dan pemelihara yang dituduh memiliki begu ganjang. Sementara itu, karena ini terkait dengan sihir, itu tidak bisa diukur dengan logika manusia.

Hantu yang katanya telah membunuh target dengan cara mencekik target, tidak dapat dipastikan keberadaanya secara pasti. Jadi, mengapa yang satu ini dapat menghilangkan nyawa orang lain? Tidak ada yang pernah membuktikan keberadaan hal semacam itu, bahkan studi antropologis tentang adanya keberadaan begu ganjang, tidak pernah menghasilkan hasil dalam bentuk literatur tentang keberadaannya.

Persoalan yang terlalu buruk itu ketika diteliti  secara manusiawi, tidak lain adalah tidak, berasal dan berkembang dalam paradigma yang dibatasi oleh dengki dan kecemburuan sosial, melihat korban yang dituduh sebagai penjaga begu ganjang pada umumnya memiliki standar hidup diatas rata-rata. Isu begu ganjang hanya dihembuskan oleh seseorang yang merasa bahwa ia dalam posisi yang tidak nyaman dalam posisinya di masyarakat.

Juga tidak adanya bukti ini yang mengakibatkan terdakwa menjaga begu ganjang tidak dituntut oleh hukum. Mengingat bahwa kasus itu terjadi ajaib atau metafisis, tidak ada yang menyangkul tentang hal ini. Jadi, tidak mengherankan, jika dalam kasus yang mencakup begu di dalamnya, tidak akan ada hukuman pidana bagi terdakwa. Sebaliknya, pelaku penganiayaanlah  yang selalu ditangkap oleh hukum. Tidak akan ada saksi ahli yang dapat digunakan sebagai sumber informasi yang akurat dan dapat diandalkan mengenai masalah ini.

Pemahaman khusus tentang ini diperlukan. Begu ganjang adalah istilah tak bertuan yang seorang pun tidak ada yang tahu asalnya. Namun, pencarian diperlukan untuk keberadaan makhluk terpanjang ini. Banyak hal yang harus dibicarakan kali ini, termasuk, membuka pola berpikir menjadi sedikit lebih berpikiran terbuka.

 

Baca Juga : Beragam Jenis Ulos Menurut Motif Ornamen

aprilia periera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *