Goa Natumandi Hutabarat dan Legenda Ular

 

Tapanuli Utara merupakan salah satu kabupaten yang ada di Sumatera Utara yang terkenal dengan pemandangan alamnya yang indah. Banyak tempat wisata di Tapanauli Utara yang dapat dikunjungi. Beberapa wisata alam maupun wisata religi juga mudah ditemukan di kabupaten ini. Tidak ketinggalan terdapat wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi yaitu Goa Natumandi.

 

Goa Natumandi

Goa ini terletak di Huta Hutabarat, Tarutung, Tapanuli Utara. Tempat wisata ini mungkin Anda belum familiar dengan salah satu tempat wisata di Tapanuli Utara ini. Hal ini dikarenakan lokasinya yang kurang startegis. Akan tetapi, bukan menjadi soal untuk tidak menjadikan Goa Natumandi destinasi liburan Anda, karena Goa Natumandi merupakan salah satu peninggalan sejarah yang masih kental dengan cerita legenda ularnya.

Legenda Ular Siluman dan Goa Natumandi

goa natumandi

Perkembangan jaman saat ini seringkali tidak menghilangkan cerita-cerita rakyat yang sudah ada sejak dahulu kala. Ada cerita rakyat yang berkembang di daerah Sumatera Utara, tepatnya di Kecamatan Tarutung yaitu tentang legenda ular jelmaan yang berkaitan erat dengan Goa Natumandi.

Di daerah Huta Hutabarat (Tararutung) terkenal dengan para gadis-gadisnya yang memiliki parah yang cantik dan mempesona layaknya bidadari dari kahyangan. Tak heran banyak pemuda yang berkunjung ke Hutabarat.

Pada  suatu ketika ada seorang gadis yang amat cantik jelita yang bernama Boru Natumandi Boru Hutabarat sedang membuat ulos, datanglah seekor jelmaan siluman ular. Yang mengherankan Boru Natumandi melihat siluman ular ini sebagai pemuda yang tampah serta gagah perkasa.

Sang ular jelmaan menggoda Boru Natumandi untuk mau menikah dengannya. Si Boru Natumandi terpesona dengan kegagahan dan ketampanan Sang Ular sehingga Boru Natumandi menerima pinangan Sang Ular. Setelah pinangannya diterima, Sang Ular membawa Boru Natumandi ke arah Aek (Sungai) Situmandi lalu melewati Aek Hariapan (tempat pemandian Boru Natumandi sehari-hari).

Boru Natumandi dan Sang Ular menebarkan sekam pagi dari tempat Boru Natumandi menenun ulos hingga liang Boru Natumandi saat ini sebagai tanda bahwa Boru Natumandi sudah pergi dan menikah dengan seorang pria.

Tempat berakhir sekam padi tersebut bermakna tempat Boru Natumandi saat ini.

 

Baca juga : Tugu Toga Aritonang ,Monumen Pengingat Nilai-Nilai Leluhur.

Leave your comment

%d bloggers like this: