Ucok Durian

Posted on August 2, 2018
CategoryFood & Drink
Rating
0.0
Status Open now

Bicara tentang Kota Medan tidak akan lengkap jika tidak berbicara durian.

Bicara durian juga hampir tidak lengkap jika Anda tidak tahu tentang Ucok Durian .

Bahkan mereka yang belum pernah ke Medanpun pernah mendengar Ucok Durian.

Ucok Durian adalah salah satu gerai durian di Medan. Sebenarnya ada banyak gerai durian di Medan.

Bagaimana tidak banyak, karena Medan adalah durian paling enak di Indonesia!

Sumber  Durian

Sumber durian yang diperoleh dari berbagai daerah seperti Sibolga, Pematang Siantar dan durian dengan kualitas paling mantap berasal dari Sidikalang.

Penjualan durian ini sudah seperti transaksi perdagangan yang menjanjikan di kota Medan.

Pemilik Ucok Durian.

Jangan membayangkan pemilik usaha ini adalah orang Batak, karena ada kata “Ucok”.

Pemilik usaha Ucok Durian adalah Tuan Zainal Abidin Chaniago.

Bagi Anda yang belum pernah berkunjung ke kota Medan, Anda dapat mengunjunginya, karena akan dimanjakan oleh wisata kuliner ikonik di Kota Medan yaitu Ucok Durian.

Lokasi Penjualan Durian.

Sekarang Ucok Durian telah pindah ke tempat penjualan durian baru, yang berada di Jl. Wahid Hasyim yang tidak jauh dari persimpangan Jl. Gajah Mada Medan.

Sebelumnya terletak di Iskandar Muda, di depan trotoar di depan jalan perbelanjaan yang telah ditutup pada malam hari.

Ketika toko tutup, maka Pak Zainal atau Bang Ucok baru mulai berjualan.

Bang Ucok menyulap lokasi berjualan menjadi nyaman dengan menyediakan kursi-meja.

Hal ini membuat para pembeli merasa nyaman untuk menikmati enaknya buah durian di lapaknya.

Lokasi Ucok Durian ada saat itu, tepatnya di Jalan Iskandar Muda, dekat Pecel Lele Lela.

Kemudian, Bang Ucok membuka cabang di Jl. Wahid Hasyim (tepat di depan lokasi saat ini) .

Dia membeli sebuah toko seharga Rp 800 juta dan membuka cabang Ucok Durian di tempat tersebut , agar pelanggan merasa lebih nyaman dalam menyantap durian.

Tidak berlebihan,  jika Anda mengatakan Durian Bang Ucok ini adalah tempat perhentian bagi penggemar durian yang mengunjungi Kota Medan.

Kedai Bang Ucok di Jalan Wahid Hasyim, tidak pernah kehabisan stok durian, meskipun jumlah pembeli yang datang tidak pernah sedikit.

Pembeli biasa datang dan makan durian langsung di tempat.

 

Durian Bang Ucok ini akan  memuaskan perut dan lidah para pecinta durian.

 

Bagi yang sudah puas makan durian di tempat, tetapi tetap ingin membawanya pulang, Bang Ucok memiliki solusi paket durian yang dikemas.

Cara membawa Durian dengan kemasan khusus

Bagaimana cara membawa durian jika harus melalui bandara? Apalagi durian ini memiliki aromanya tajam?

Ada caranya, daging durian akan dikemas dengan rapi di dalam kotak yang sempit.

Untuk menutupi aromanya yang khas, kemasannya juga dilengkapi dengan daun pandan dan kopi sehingga aroma durinya disamarkan.

Sekarang, Anda bisa membawa durian dengan aman ke rumah.

Orang mengatakan “Jangan bilang pernah ke Medan,  jika Anda belum mampir ke Ucok Durian“.

Ungkapan itu muncul, karena merek kedai durian milik Zainal Abidin atau karib yang disebut  Ucok Durian kini melegenda.

Kedai Ucok bisa dibilang cukup tua, sudah puluhan tahun.

Namun, namanya baru terkenal setelah 10 tahun kemudian.

Durian Bang Ucok ini laris manis di kota Medan.

Saat ini, toko milik Bang Ucok dapat memasok 6.000 buah durian setiap hari.

Dari jumlah itu, penjualannya disebut laris jika laku 3.000-an durian per hari.

Resep suksesnya adalah durian yang dianggap pembeli tidak menyenangkan atau rasanya kurang sesuai harapan, bisa ditukar dan tidak dikenakan biaya tambahan.

 

Write a Review

Click to rate

Apakah ini bisnis milik Anda

Claim listing di TourToba.com adalah cara terbaik untuk mengelola dan melindungi bisnis Anda! Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut!

Claim it now!

Claim This Listing

Dengan melakukan Claim listing pada halaman listing bisnis TourToba.com, Anda dapat memiliki akses ke dashboard kami, dimana Anda dapat mengupload foto, memberikan informasi terbaru seperti promosi dan mengelola konten lain di dalamnya.